Cimincul dan Sumber Airnya

12:31 PM

Liburan akhir tahun ke mana? Pasti ke mana-mana rame, ya.

Tapi aku dan keluarga tetap memutuskan untuk jalan-jalan, ketebak sih kalau akomodasi pasti naik, bahkan bisa sampai dua kali lipat. Iya sih, aku kerja remote, bisa kerja dari mana aja, suami bisa cuti kapan aja, anak-anak juga homeschooling, harusnya bisa pilih waktu lain. Tapi entah kenapa, vibe liburan akhir tahun itu kok sayang banget kalau dilewatin, apalagi aku lagi libur dua minggu dari kantor, hehe.

Akhirnya kami sepakat untuk cari destinasi yang nggak populer. Saat orang-orang ramai ke Bandung, Puncak, Jogja, Anyer, dan tempat wisata favorit lainnya, kami justru memilih arah yang berbeda, dan pilihan itu jatuh ke Subang!

Kenapa Subang, Tepatnya Cimincul~


Sumber Air Cimincul

Akhir tahun kemarin juga di mana-mana ramai berita tentang sungai meluap, longsor, dan air bah, jadi kami cukup selektif mencari tempat yang relatif aman. Subang, lebih tepatnya Cimincul, terasa cocok karena punya sumber air yang super jernih dan menurut info dari adminnya saat itu, daerahnya tidak rawan banjir. Dari situ rasanya lebih tenang untuk berangkat bersama anak-anak.


Perjalanan dari Tangsel yang Nggak Sesuai Rencana

Kami berangkat dari Tangerang Selatan dengan rencana awal jam 6 pagi supaya bisa menghindari macet, tapi realitanya baru jalan jam 9. Ya begitulah, pergi sama anak-anak, harus menyesuaikan jam bangun, speed sarapannya, dan drama kecil lainnya, haha. Dari rumah kami sudah membawa bekal makan siang (iya dong aku masak dari jam empat pagi, sekaligus packing frozen food untuk BBQ-an malam hari!).

Kami sempat mengira tanggal 26 Desember bakal macet di Tol MBZ, ternyata alhamdulillah lancar. Sekitar jam sebelas siang kami sudah sampai di kota Subang.

Mampir ke Alun-Alun dan Masjid Agung Subang

Seperti kebiasaan setiap datang ke kota baru, kami menyempatkan diri mampir ke alun-alun dan masjid agungnya. Mmmh, entah kenapa selalu senang sendiri kalau bisa singgah ke alun-alun dan masjid sebuah kota, rasanya seperti mengenal kota itu sedikit lebih dekat.

Alun-Alun Subang

Sambil menunggu Baba jumatan, kami makan siang di alun-alun. Alun-alunnya cukup kids friendly karena ada playground, walaupun beberapa fasilitasnya memang sudah terlihat rusak.

Oiya, di sini Lubna-Amrah punya teman baru. Mereka asik main bareng sampai akhirnya dikasih jajanan juga sama ibunya. Karena biasanya aku selalu liat ada halal atau enggak, Lubna juga jadi kebiasaan cari halal. "Bubu, ini gak ada halalnya." Alamak, bilangnya deket si ibu yang kasih jajan pula.

Sampai di Cimincul, Rasanya Langsung Tenang

Dari alun-alun Subang kami melanjutkan perjalanan menuju Cimincul sekitar empat puluh lima menit. Kami tiba pas jam dua siang, waktunya tepat untuk check in. Begitu sampai, rasanya langsung, “waaah.” Di depan kami terbentang persawahan dan pegunungan, suasananya tenang, tidak ramai seperti destinasi wisata populer, benar-benar memanjakan mata dan bikin rileks.

Main ke Sumber Air Cimincul

Setelah beberes dan menunggu waktu Ashar, kami langsung berjalan ke Sumber Air Cimincul. Jaraknya tidak sampai dua menit dari camp. Ini bisa dibilang pengalaman pertama kami sekeluarga melihat sumber air yang begitu melimpah langsung dari mata airnya. Buat anak-anak, pengalaman ini terasa sangat priceless karena mereka bisa melihat sendiri bagaimana air muncul, mengalir, lalu menjadi sungai.




Di sini kami bisa bermain di sungainya, arusnya masih relatif aman untuk anak-anak. Ada juga sewa ban dan drum untuk seru-seruan. Sebagai anak air (walaupun sekarang statusnya sudah ibu xD) enggak mungkin hanya duduk dan menonton. Ikut nyemplung, ikut mencontohkan ke anak-anak yang masih takut memakai ban, ikut berjalan di sungai, walaupun sempat kepikiran siiih ingin mencoba drum tapi sadar diri karena pasti bakal tenggelam!

Di sini kami juga ketemu rombongan keluarga dan ada nenek nenek mungkin usia 60an ya, asik banget main air sama cucunya. Ngobrol dengan neneknya, ternyata beliau suka juga main air di sungai, sampai cerita kalo suka berenang juga di sungai Lahat. Seneng deh liat nenek-nenek ataupun ibu-ibu yang bisa se-enjoy itu main di sungai :)

Kembali ke Camp dan Malam yang Hangat

Sekitar dua jam puas bermain air, kami kembali ke camp. Kami menginap di Cimincul Camp View, kamar mandinya bersih dan tertutup, jadi walaupun sharing bathroom tetap cukup nyaman untuk kami sekeluarga.

Camp kami persis di sebelah sungai buatan di Camp Cimincul View

Malamnya, ini bagian yang selalu aku tunggu kalau camping, masak-masak! Menu andalan kami tetap slice beef dipanggang dan sukiyaki hangat. Malam itu semakin lengkap karena ada bapak penjual jagung rebus lewat, jadi menunya bertambah.

Penampakan dalam tenda, sudah ada matras/ kasur dan bantal

Btw, aku sering liat sih ada yang bilang ibu-ibu itu kalo liburan ga libur. Kenapa ya? Padahal aku pas camping masih masak dan cuci piring pun tetep enjoy. Semoga para ibu di sana yang lagi liburan bisa enjoy apapun liburannya yaaaaa. 

Hari Pertama Selesai, Masih Ada Hari Kedua

Ini baru hari pertama liburan kami di Subang. Hari kedua, kita ke Air Terjun Mas Sigit. Ditunggu yaaa next ceritanya :)

Spill Budget Liburan

  • Tol Tangsel - Cimincul PP = Rp 250.000
  • Pertamax PP = Rp 300.000 
  • Camp di Cimincul Camp View = Rp 450.000 (rate libur akhir tahun) 
  • Sewa 2 ban = Rp 25.000
  • Sewa 1 drum = Rp 10.000
  • Tiket masuk sumber air Cimincul = (sudah include harga camp)
  • Makan hari 1 = 0 (karna kita bawa bekaal hehe, tapi kalo diitung ga sampai 150rb) 
  • Note: Untuk makan, di Camp juga menawarkan menu makan + bbq yaa. Emang kitanya aja cari ribet dan hemat budget! 


You Might Also Like

0 komentar